Tranducer dan Sensor
| (Gambar 1) Pintu Otomatis. |
Apa peran Tranducer dan Sensor pada Sistem Cerdas?
Tranducer adalah komponen yang tak dapat dipisahkan dari elektronik karena ia memiliki peran untuk mengubah energi listrik menjadi energi lain dan juga sebaliknya. Berbeda dengan Sensor, ia berfungsi sebagai receiver yang nantinya akan dikirim ke Tranducer agar bisa diproses ke energi lain.
Perannya pada Sistem Cerdas sangatlah dibutuhkan, karena komponen tersebut kita dapat berkomunikasi dengan baik salah satu contohnya adalah mengirim atau menerima suara. Bahkan di era sekarang kita dapat melakukan Video Call dengan efek maupun filter secara live tanpa menunggu proses render terlebih dahulu.
Apa saja contoh penggunaan Sensor dan Tranducer dalam aplikasi Sistem Cerdas yang digunakan sehari-hari?
- Pintu Otomatis
- Termometer
- Akselerometer
dll.
Bagaimana cara kerja antara Sensor dengan Tranducernya?
1. Pintu Otomatis
Sensor bekerja jika ada objek yang mendekati titik/jarak sensor tersebut, jika terdeteksi ada objek Sensor akan mengirim sinyal ke Tranducer. Tranducer yang merubah sinyal tersebut menjadi energi gerak ke pintu otomatis sehingga ia terbuka. Jika sekian lama Sensor tak mendeteksi ada objek maka ia akan mengirim sinyal ke Tranducer untuk menutup pintunya.
2. Termometer
Pada Termometer yang dibutuhkan adalah sebuah Sensor panas. Jika ia mendeteksi ada panas maka Sensor akan mengirim sinyal ke Tranducer yang kemudian akan diubah menjadi tampilan angka berupa derajat.
3. Akselerometer
Sensor gerak pada akselerometer akan bekerja jika terdeteksi putaran pada ban. Sensor akan memberi sinyal ke Tranducer untuk menampilkan angka kecepatan sesuai putaran ban tersebut.
Image Source:
Gambar 1: https://www.geze.be/en/discover/case-studies/geze-automatic-doors-for-the-john-radcliffe-hospital
Komentar
Posting Komentar